Sabtu, 16 Oktober 2010
Yaitu mereka yang dengan pertolongan Allah dijadikan mengerti seyakin-yakinnya kandungan makna yang tersimpan di dalam QS. Al-Qadr. Bahwa sesungguhnya yang telah diturunkan Allah pada malam (simbul gelap gulitanya manusia yang hidupnya larut dengan mimpi-mimpi gelap. Hidupnya habis diperintah, dijajah dan diperalat nafsu dan watak akunya. Sama sekali tidak menyadari bahwa telah divonis Allah innahu kaana dzaluman zahula. Sehingga sama sekali buta kesadarannya sebagai al-faqir [insan yang seharusnya sangat butuh Allah - Tuhan Sang Maha Hidup]. Karena itu sama sekali tidak pernah butuh kepada Allah bahwa Allah itu Huwa (QS. Fathir: 15). Maka yang menguasai jiwaraganya adalah wataknya yang melampaui batas karena memandang dirinya telah serba cukup (QS. Al ‘Alaq: 6,7). Akibatnya maka mereka sungguh tidak pernah mengetahui Al-Haq (Ada dan WujudNya Dzat Al-Ghayb Yang Mutlak WujudNya Allah namaNya, jelas amat sangat dekat sekali dalam rasa hati. Jelas mudah diingat-ingat dan dihayati Dzat yang senantiasa menyertai dan meliputi hamba-hambaNya ini), karena itu mereka semua berpaling (QS.21:24).
Dibalik keadaan hidup dan kehidupan manusia sebagaimana di atas, Allah membentuk Al-Qadr. Yaitu kemuliaan. Memuliakan hambaNya diangkat sebagai kekasihNya dengan telah diturunkan-Nya (Nur muhammad = Ilmu Nubuwah di dalam rasa hatinya oleh hamba yang diutus Allah mewakili DiriNya karena Dia adalah Dzat Al-Ghayb, yaitu Wasithah).
Itulah malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.
Apabila manusia merasa mulia tanpa mengerti maksud Tuhan yang sesungguhnya terhadap hamba, itu hanya "sekedar" dimuliakan didepan manusia, atau yang disebut "istidroj" ... di lulu !!
Senin, 27 September 2010
Ina lillaah . .
Jumat, 24 September 2010
Jumat, 16 April 2010
Jumat, 09 April 2010
Sesaat tubuhku terbungkus kain kafan indah...
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
karena hati tlah letih
aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
tanpamu sepinya waktu merantai hati
bayangmu seakan-akan kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rinduku padamu
seperti udara yg kuhela kau selalu ada
hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi,
dan sepi
selalu ada,
kau selalu ada
selalu ada,
kau selalu ada . . .
saat aku tiada sekalipun!
Rabu, 03 Maret 2010
biarkanlah aku berdoa kepadMu..
Yaa Allah biarkanlah aku berdoa kepadMu, karena aku sadar Engkaulah yang memiliki kuasa doa ini, aku ingin berhenti tapi tak pernah berakhir, ampunilah aku bila Kau tidak berkenan atas hal ini karena banyaknya dosaku, tapi Engkau mengerti bahwa aku membutuhkanMu melebihi yang aku tahu . . .
BISMILLAH, Dengan atas namaMu Yaa Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,
Ya Allah sebagaimana engkau telah mengasihi dalam keagunganmu tanpa orang-orang yang mengasihi lainya, dan engkau tinggi dengan keagunganmu atas orang-orang yang agung. Engkau mengetahui apa-apa yang ada dibawah bumi seperti engkau mengetahuinya apa yang ada diatas arsy-Mu. Gundah gulana hatiku bagimu adanya terlihat nyata, dan kebalikanya, perkataan yang nyata bisa menjadi rahasiamu dan setiap sesuatu mematuhi keagunganmu. Urusan dunia dan akhirat semuanya berada di tanganmu buatlah bagiku setiap kesusahan dimana aku berada menjadi kelapangan dan jalan keluar.
"Ya Allah, tolonglah aku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan, keselamatan, kemakmuran dan keberuntungan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan." (HR. Muslim)
"Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain." (HR. Abu Daud)
"Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
"Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah seluruh rahmat dan segala inayahMu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya."
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. [QS 3:193]
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji." [QS 3:194]
Amiin.
Sabtu, 23 Januari 2010
Tentang Padang Mahsyar . .
Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil keputusannya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun". (QS. Al Maarij:4).
Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari". (QS. Yunus:45).
"Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja". (QS. Ar-Ruum:55).
Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur dan ashar saja. Subhanallah.
Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya" "Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya". (QS. Al-Ma'arij:11-14).
Jumat, 08 Januari 2010
Bersukurlah ahli shodaqoh . . .
Jumat, 01 Januari 2010
Hormat, Cinta dan Rendah Hati . . .
(Orang-orang Wahhabi biasanya memotong bagian terakhir dari hadits tersebut, tetapi kita mengucapkannya secara lengkap).
Ahmad al-Badawi berusaha mendekatai Tuhannya sampai mencapai pintu Kehadirat Ilahi, lalu dia berkata, ⒠Ya Tuhanku! Bukakanlah pintu ini untukku.⒠ Tetapi dia tidak mendapat jawaban. Dia mencobanya berulang-ulang sampai akhirnya dia bertemu ⒠secara tidak sengaja⒠ dengan seseorang. Saya bilang ⒠tidak sengaja⒠ tetapi sebetulnya itu sudah direncanakan dengan sangat rapi, karena itu adalah Kehendak Allah untuk mengujinya. Dia bertemu orang itu di jalan, seseorang yang kelihatannya biasa saja. Orang itu lalu memanggilnya, ⒠Hei Ahmad!⒠ bahkan dia tidak menyebutnya ⒠Syaikh Ahmad!⒠ sebagai tanda penghormatan. Dia berkata, ⒠Wahai Ahmad! Engkau perlu kunci untuk mencapai kehadirat Ilahi? Aku punya kuncinya dan jika Kau mau, datanglah kepadaku dan akan kuberikan kepadamu.⒠
Banyak di antara kita yang menolak fakta atau kenyataan karena merasa bangga terhadap ilmunya, walaupun dia tahu sebenarnya itu adalah jalan yang benar. Mereka tidak menerima sebab ego mereka mengatakan, ⒠tidak!⒠. Ego Syaikh Ahmad berkata kepadanya, ⒠Bagaimana mungkin Engkau menerima sesuatu darinya? Jangan menerima kunci darinya. Terimalah langsung dari Tuhan.⒠ Lalu dia berkata, ⒠Wahai Saudaraku, Aku tidak akan menerima kunci darimu, tidak juga dari orang lain, kecuali dari Sang Pembuat Kunci. Siapa Engkau. Engkau bukan siapa-siapa.⒠
Selanjutnya Ahmad Badawi berusaha untuk mencapai Kehadirat Ilahi sampai dia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, ⒠Wahai Ahmad, kehidupan ini adalah kehidupan yang berisi sebab dan akibat. Aku tidak akan memberimu kunci. Sesuai Kehendakku kunci untukmu berada pada orang itu. Pergilah dan dapatkan kunci itu darinya.⒠ Sekarang persoalannya sudah selesai. Dia mendengarnya langsung dari Tuhannya, dan dia menerimanya. Sekarang dia harus mencari pemandunya. Tetapi sang pemandu telah lenyap. Dia telah meninggalkannya.
Selama enam bulan kemudian, pemandu itu mengamati hati Ahmad secara rahasia, melihat bahwa dia mencarinya dan berdo⒠a kepada Tuhan siang dan malam, ⒠Ya Tuhanku kirimkanlah orang itu kembali kepadaku,⒠ sampai akhirnya dia bisa menemukannya kembali. Dengan segera orang itu membuka tabir yang ada pada dirinya selama ini.
Jadi sang pemandu membuka tabir dan menampakkan dirinya di hadapan Ahmad. Ahmad berkata, ⒠Wahai Syaikhku! Aku menemukanmu.⒠ Dia tidak menemukannya tetapi sang pemandulah yang menghilangkan tabirnya. Tetapi tetap saja dia berpikir bahwa dia telah menemukannya. Dia berkata, ⒠Wahai Syaikhku, Aku menerimamu sebagai pemanduku.⒠ Sang pemandu menjawab, ⒠Jika engkau menerimaku sebagai pemandumu sekarang, engkau harus pasrah, menyerahkan diri, dan menyerahkan seluruh kehendakmu kepadaku. Engkau tidak diperkenankan mempunyai kemauan selama bersamaku. Engkau telah membangun ilmu pengetahuanmu pada sebuah pondasi yang lemah yang hanya dengan satu tiupan angin dari ego, dia akan jatuh.
Aku harus membangun pondasi yang kuat bagimu. Jadi, lihatlah ke dalam mataku.⒠ Ahmad Badawi melihat ke matanya dan pemandu itu dengan segera menghapus seluruh pengetahuan yang telah dipelajari oleh Ahmad al-Badawi, pengetahuan yang berasal dari buku-buku. Pengetahuan melalui buku-buku maksudnya ada banyak hal yang berasal dari ego si penulis. Maka dia menghilangkan pengetahuan itu dari hati Ahmad dan kemudian lenyap. Dia meninggalkannya selama 6 bulan lagi bahkan dalam keadaan tidak tahu bagaimana mengucapkan, ⒠bismillahir rahmaanir rahiim,⒠ bahkan Ahmad Badawi tidak mengetahui bagaimana mengucapkan Nama Allah.
Orang-orang di kota kini mengejek Ahmad al-Badawi, yang kelihatannya seperti orang gila setelah sebelumnya menjadi ulama yang terkemuka. Karena keterbatasan pengetahuan spiritual mereka, mereka berpikir bahwa dia benar-benar sakit. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa dia mengikuti seseorang yang membuatnya gila, tetapi Ahmad al-Badawi tahu bahwa dia telah mendengar suara Tuhannya yang mengatakan bahwa, ⒠Kuncimu ada pada orang itu.⒠ Tidak ada yang membuatnya gila. Dia mengikuti orang itu.
Tetapi bila dia menerimanya sejak awal, ketika pemandu itu datang untuk pertama kalinya atas Kehendak Allah, dia tidak harus melewati ujian ini. Jadi mengapa kalian membuat diri kalian harus melewati ujian yang sama? Bila kalian menemukan kebenaran, seorang pemandu yang benar, terimalah dia dengan segera! Jangan bermain-main dengan ego kalian.
Dia meninggalkannya selama 6 bulan lagi dan muncul kembali di waktu yang lain. Dalam kurun waktu tersebut Ahmad al-Badawi terus mencarinya dan ketika dia bertemu kembali, Ahmad al-Badawi berkata, ⒠Wahai Syaikhku, Aku menemukanmu lagi.⒠ Saat itu sang pemandu memandang mata Ahmad al-Badawi dan memancarkan sesuatu dari lubuk hatinya kepada hati Ahmad al-Badawi melalui matanya. Pada saat itu terjadi transfer pengetahuan internal, pengetahuan dari Kitab Allah dan rahasia-rahasianya. Pemandu itu melakukannya 3 kali sampai mata Ahmad al-Badawi memancarkan sinar yang begitu kuat bahkan orang tidk akan kuat melihat matanya. Oleh sebab itu dia menutup wajahnya dengan cadar. Saat itulah dia bisa memasuki Kehadirat Ilahi dan dia menerima kuncinya.
Tanpa bantuan pemandu sejati kalian tidak akan bisa mencapai Kehadirat Nya. Dialah yang akan membukakan pintu bagimu ke mana pun kalian akan pergi. Ahmad al-Badawi adalah seorang ulama besar yang mengetahui banyak hal. Dia bangga dengan pengetahuannya itu dan tidak mau menerima pelajaran dari orang lain. Dia hanya mau mengambil langsung dari posisi Yang Maha Tinggi. Dia tidak melihat ada yang lebih tinggi darinya kecuali Tuhan.
Bagaimana mungkin dia akan mengambil pelajaran dari orang lain? Berarti tidak ada sifat rendah hati pada dirinya. Dia telah kehilangan satu dari tiga karakteristik yang diperlukan oleh hamba Allah. Dia mempunyai rasa hormat, dia juga mencintai sesamanya, tetapi dia tidak mempunyai kerendahan hati untuk menerima nasihat dari orang lain. Dan karena dia telah kehilangan satu karakteristik itu, seolah-olah dia tidak mengalami kemajuan lagi.
Seorang Wali, seorang guru harus memiliki karakteristik hormat, cinta dan rendah hati. Jika kalian melihat salah satunya tidak ada, maka dia bukanlah seorang pemandu sejati. Dia hanya akan membawa kalian ke jarak tertentu seperti yang kita lihat pada diri Ahmad al-Badawi yang bisa mencapai Tuhan sampai pada jarak tertentu, namun tidak bisa membukanya. Dia membutuhkan seseorang yang mempunyai kunci tetapi ketika ditemukan dia tidak menerimanya langsung karena kesombongannya. Dia terlalu banyak memikirkan dirinya. Akhirnya dia menerima juga setelah mendengar langsung dari Tuhannya, tetapi dia harus melewati ujian tertentu. Jika pada mulanya dia langsung menerimanya tanpa melalui rasa bangga terhadap dirinya, pintu itu segera terbuka baginya tanpa harus melewati ujian selama 2 tahun.
Bila kalian menemukan seorang pemandu dan hatimu merasa senang dengan kehadirannya, jangan dengarkan egomu. Katakan kepada ego, ⒠Kau salah! Apa ruginya jika Aku menerimanya sebagai guru? ⒠ Kalian tidak akan kehilangan apa pun. Bila kalian menunjukkan sifat rendah hati, ini cukup bagi Allah untuk menaikkan kalian. Jika Saya datang dan mengatakan, ⒠Si Anu dan si Anu⒠ adalah Syaikh Saya, dan Saya telah berbay⒠at dengannya. Apa salahnya? Saya menerimanya dan Saya menunjukkan kerendahan hati, Allah akan menaikkan Saya.
Mempunyai sifat rendah hati adalah sangat penting. Jika kalian bersifat rendah hati, kalian akan menerima semua orang sebab setiap orang dapat menjadi pemandu bagimu. Ada sebuah peribahasa di Turki yang berupa pertanyaan kepada seseorang yang baik, ⒠Dari mana Engkau belajar perilaku yang sempurna dalam masyarakat?⒠ jawabnya, ⒠Dari orang-orang yang bersalah. Aku mengamatinya, melihat kesalahan yang mereka lakukan lalu Aku menghindarinya. Jadi Aku bisa memperbaiki diriku lewat kesalahan orang lain.⒠ Jika kalian bisa menerima semua orang sebagai pemandu kalian, bahkan seorang yang jahat pun dapat memandumu. Dengan mengamati dan melihat kesalahan yang dilakukannya, maka kalian berhenti.
